Thursday, September 6, 2012

Pertarungan yang Menegangkan di tepi sungai Aper Kabupaten Paser

Sebuah cerita yang aku dapatkan ketika sedang berlibur di sebuah daerah pesisir sungai Aper kabupaten Paser, Kaltim.

Ditepi sungai yang luas itu aku sedang duduk melamun di atas sebuah dermaga kecil yang biasa tempat menyandarkan perahu bermesin diesel. Saat itu kondisi air sungai sedang mengalami penyusutan yang sangat sitnifikan, hal ini dikarenakan air sungai sedang dalam keadaan surut. Pantai lumpur akhirnya menampakkan wujudnya di bawah dermaga.
mahluk hidup kecil mulai bermunculan di pantai tersebut, ada kepiting gunting yang ukurannya kecil-kecil, tempakul, hingga serangga kecil-kecil. beruntung tidak ada cewe bule kecil-keil disitu sedang berjemur, bisa gawat kejadiannya. jika itu terjadi, aku membayangkan pasti akan ada pertumpahan darah ditempat itu. Seperti pada film-film alien yang sedang memburu manusia pasti akan terjadi. liat saja rupa para serangga, kepiting yang japitnya hanya besar sebelah, dan tentunya wujud ikan tempakul yang sangat aneh dan lebih mirip amphibi akan menginspirasikan kita pada sosok mahluk jelek dari luar angkasa pada film-film fiksi tersebut.
 

Pada moment tersebuh aku tersadar bahwa di pantai lumpur tersebut sedang terjadi pertarungan. awalnya aku pikir memang seperti biasa aktivitas mahluk hidup tersebut seperti itu. pada pertarungan tersebut terjadi antara kepiting dan ikan tempakul, *aduuh tempakul ne ikan apa amphibi seh, jadi bingung mau bilang ikan atau kodok.

Bagi yang belum pernah kenalan dengan kepiting dan tempakul, mari ku kenalkan lewat gambar dibawah ini;
 (kepiting)

(ikan tempakul)
aku rasa perkenalannya sudah cukup, kini kita kembali ke TPU eh..., TKP nya.
Pertarungan tersebut berlangsung sangat menegangkan dan melelahkan bagi kita yang menyaksikan tentunya. posisi kepiting berada di atas pantai berlumpur sedangkan tempakul berada di pembatas antara air dan pantai lumpur. Jika dianalisis dari segi posisi, kepiting berada di posisi yang terbaik karena berada diatas dari posisi tempakul. namun siapa sangka, walau posisi tempakul berada di bawah dan diantara air dan daratan, posisi ini sangat menguntungkan bagi tempakul untuk melancarkan serangan yang sangat mematikan dan bisa saja mengusir pergi secara paksa nyawa sang kepiting.
Kepiting terus memberikan ancaman yang sangat serius, ia terus mengangkat tinggi-tinggi posisi kedua japitnya. Tempakul puntak kalah mengancam, kibasan-kibasan ekor dan mulutnya yang terus menganga semakin lebar mengindikasikan ia tak gentar melawan sang kepiting. Entah apa yang dirasakan oleh sang kepiting yang tak mengenakan masker untuk menutup hidung dan mulutnya, karena sejak tadi sang tempakul terus menganga dengan lebar dan mungkin saja mengeluarkan aroma yang tak sedap. sesekali kepiting mencoba melangkah lebih dekat kepada tempakul namun tempakul menanggapinya dengan sikap yang ganas.

Keadaan menjadi hening seketika, aku masih menyaksikan pertarungan ini dari atas demaga. semakin hening, hingga aku akhirnya berinisiatif mengambil gitar tua yang terdapat tak jauh dari keberadaan aku. kemudian berlahan aku mulai memetik memainkan alunan musik gitar ala spanyol yang biasa jadi soundtracknya matador atau film kartun Tom and Jerry saat sedang menarikan tarian ala spanyol.
Kini nuansa pertarungan semakin terasa karena diiringi musik dari gitar yang ku mainkan, aroma perseteruan kedua binatang itu semakin terasa mengalakan aroma lumpur,air asin dan aroma tubuh ku tentunya.
kini mata kepiting terlihat melotot luar biasa, namun mata tempakul tak kalah membalas untuk melotot juga. keadaan begitu dingin namun keringatku sempat mengalir diwajah saat menyaksikan duel ini.
Kakiku pun ikut terasa dingin membeku, setelah aku menengok ke arah kaki ku ternyata kaki ku menempel pada balok batu es yang biasa untuk nelayan mengawetkan ikan. *hedddeeehhhh,, tendang jauh-jauh.

Sekitar 10 menit lebih 5 menit telah berlalu, kepiting dan tempakul masih pada posisi masing-masing dengan mata yang masih terjaga dan sama-sama melotot.
masih melotot......
lewat 20 menit..
masih sama-sama melotot...!
lewat 25 menit.
masih sama-sama melotot...!!!!!!!
27 menit lewat 3 menit.
Aku mulai sadar bahwa kedua binatang itu hanya bertarung kuat-kuatan melek alias melotot. *Hedeeehhh... kecewa penonton.
"wooooyyyyyyyy......   kapan duelnya neh...!!!!!!" teriak ku.
Karena tak kunjung bertarung  kemudian aku melempar kedua  binatang itu dengan sepotong roti.. waaaahhh .. keenakan, tentunya dengan sepotong kayu...!!
pruuaaakkk...'begitu kira-kira bunyinya. tentu saja kedua binatang itu melarikan diri dan tak terlihat lagi.


2 comments:

  1. selentuo aq aut.. penasaran mbaca ngko ene.. hahahhahahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha,,, ene doko aku kono kecele gawi duo korik kotok ene... ujung2 yo belo taro inte oli,,, turak ka oli penyundok yo

      Delete